Sederhana
Sepasang suami istri itu selalu menggelitik ingatan ku dengan hidupnya yang amat bahagia dengan cara yang sederhana. Oh, mungkin kita tidak pernah tau apa yang ada di balik mereka, yang aku tau mereka sedang melawan takdir kejam dunia dengan puji-pujian syukur terhadap tuhan selalu.
Kala itu aku sedang berkelana, dan singgah di suatu desa. Mereka hidup pada sebuah gubuk tua persegi di hilir sungai. Saat awal jumpa, mereka masih pasangan muda belum lama menikah dan belum juga ku lihat bocah di sana. Hangat sekali mereka menyambut dan menjamu ku dengan ubi talas yang baru mereka cabut dari hilir sungai depan gubuknya, si mamang -begitu aku memanggil suaminya gemar sekali bernyanyi dan bercerita sambil menjahit sedangkan si teteh -istrinya pintar membuat aneka makanan dan menyulam dengan indah. Begitulah cara mereka bertahan hidup.
Di hilir sungai itu juga banyak umbi dan sayur yang mereka tanam sendiri, katanya supaya uang yang di miliki untuk beli beras saja, sedang sisanya di tabung. Aku tanya pada si teteh apakah keberatan diberi uang belanja untuk beli beras saja, dan lauknya hanya yang tersedia di hadapan mereka. Si teteh menjawab dengan senang hati bahwa sayuran yang ia tanam dan petik sendiri jauh lebih nikmat.
"Tapi kan di sini hanya ada beberapa sayuran dan umbi?"
"Kamu tetap bisa mengolahnya menjadi 10 masakan yang berbeda" tukasnya
dan ia membuktikan dengan selalu menghidangkan ku masakan rumahan yang sederhana namun sangat nikmat. Hasil dari sayuran dan umbi yang ku bilang hanya beberapa itu.
Cukup lama aku berada di sana, dan cukup banyak juga hari-hari yang ku lalui dengan mereka. Pasangan itu suka sekali di ajak tukar pikiran, dan yang ku jumpai dalam diri mereka adalah ketulusan. Aku belajar banyak dari pasangan yang saling menerima itu, yang hatinya sebersih kapas. Kelak jika Tuhan berbaik hati mendengar doa-doa mereka, semoga mereka tetap akan selamanya begitu; penuh syukur dan berhati mulia.
Pasangan yang tulus saling mencinta, menerima satu sama lain dan penuh syukur kepada Tuhan. Bahagia selamanya, Amin!
Semoga kan tiba nanti waktunya,
saat kau dan aku.

Komentar
Posting Komentar