Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Ruangan

Gambar
Saya tinggal di rumah lama yang sudah sangat kuno. Bukan hanya sebatas bangunannya, barang-barang di sini minimal berusia 50 tahun, 2 kali lipat lebih umur saya. Beberapa pikir di sini juga kuno, menerapkan sistem dari peradaban lama pada era yang sudah jauh dari reformasi. Apakah saya kuno? bisa ya, juga tidak. Untuk beberapa hal saya terlihat kuno dan tidak keren namun bukan masalah besar, saya juga tidak peduli. Maksudnya, saya tidak benar-benar peduli untuk hal tersebut. Setiap orang berhak memilih pedulinya, bukan? meski saya sering kali peduli dengan suatu yang untuk apa dipedulikan. Tentu saya kesal, karena sebab itu kepala saya jadi lebih ramai dari macet ibu kota senin pagi. Ah, pantas saya tidak suka bangun pagi! kepala saya akan tambah ramai kalau bersatu dengan macet Jakarta.  Tapi, pagi itu saya bangun paling awal.  Rumah ini, bukan tak pernah di renovasi. Tentu sudah beberapa kali melakukan perbaikan; kayu yang keropos, cat yang memudar, aliran listrik yang konsl...

Sederhana

Gambar
Sepasang suami istri itu selalu menggelitik ingatan ku dengan hidupnya yang amat bahagia dengan cara yang sederhana. Oh, mungkin kita tidak pernah tau apa yang ada di balik mereka, yang aku tau mereka sedang melawan takdir kejam dunia dengan puji-pujian syukur terhadap tuhan selalu.  Kala itu aku sedang berkelana, dan singgah di suatu desa. Mereka hidup pada sebuah gubuk tua persegi di hilir sungai. Saat awal jumpa, mereka masih pasangan muda belum lama menikah dan belum juga ku lihat bocah di sana. Hangat sekali mereka menyambut dan menjamu ku dengan ubi talas yang baru mereka cabut dari hilir sungai depan gubuknya, si mamang -begitu aku memanggil suaminya gemar sekali bernyanyi dan bercerita sambil menjahit sedangkan si teteh -istrinya pintar membuat aneka makanan dan menyulam dengan indah. Begitulah cara mereka bertahan hidup. Di hilir sungai itu juga banyak umbi dan sayur yang mereka tanam sendiri, katanya supaya uang yang di miliki untuk beli beras saja, sedang sisanya di tabu...

Meleset

Gambar
Aku membeli ikan mas koi karena ku pikir dunia selalu menyediakan ku kawan yang lebih pandai bicara dari sekadar makhluk kecil yang berenang-renang di dalam toples bekas slai kacang milikku, ternyata tidak. Aku tidak bilang ikan kecil itu buruk, bahkan ia lebih baik karena tidak akan komplain meski aku ngedumel berjam-jam sampai mulutku berbusa dan aku kesal sendiri karena yang ia bisa lakukan hanya mengitari toples dan makan pelet yang bolak-balik aku tuangkan selama bicara. Tak apa. Aku pernah menjadi penentang nomor satu sebuah argumen bahwa di dunia ini kamu pasti akan merasakan benar-benar kesepian tanpa ada seorang pun yang memedulikanmu atau seperti setiap orang akan berubah dan perlahan meninggalkanmu, menurutku itu tanggapan yang buruk karena mana mungkin orang yang benar-benar kau cintai sepenuh hati dan mencintaimu seluruh nadi bisa meninggalkanmu.Tapi aku kena karma. Ya, ya anggap saja itu lucu Nyatanya menyebalkan sekali ya, hal itu kenapa harus ada dan terjadi. Sepertinya...

Kota mu

Gambar
Suatu saat kau mengajakku menengok kota mu yang telah lama usang. Aku tak paham betul apa maksud tujuanmu kala itu, tapi ku iya kan saja meski dengan seribu tanya di kepala. Kita mengendarai sepeda motor butut mu yang sudah batuk-batuk, kau bilang maaf karena terpaksa meninggalkan polusi di kota yang telah mempertemukan kita.  Perjalanan ini seperti mengajakku napak tilas masa lalu mu yang selama ini kau bungkam, bahkan kau yang biasanya rewel kini diam seribu bahasa. Memaksaku memecahkan teka-teki mu sendirian Kota mu seperti kota mati, dan kita seperti alien yang baru saja tiba dari planet lain.  Kota mu begitu kacau, entah apa yang terjadi. Perjalanan kita terhenti persimpangan dekat rumah mu, dan kau tak mengizinkan ku melangkah lebih jauh. Kau memintaku untuk diam di sini saja, dan menunggumu hilang entah kemana. Tak ada yang bisa ku lakukan selain setuju dan memperhatikan punggungmu hilang dari kejauhan Kemudian kau hilang seperti masuk ke dalam sebuah rumah, dan pandang...